Senin, 24 November 2008

Perubahan sosial budaya

:

Tantangan Global Tentang Eksistensi Jati Diri Bangsa

Dewasa ini abad 21 dunia telah memasuki era globalisasi yang penuh dengan tantangan , yaitu suatu masa semua bangsa di dunia memberlakukan dunia sebagai lingkungan yang bersatu, saling mempengaruhi dan saling ketergantungan. Era globalisasi ini dimungkinkan dicapainya kemajuan yang pesat dibidang iptek, khususnya dalam bidang teknologi komunikasi dan transpotasi. Kemajuan dibidang teknologi komunikasi dan transpotasi makin mempercepat laju arus masuknya nilai-nilai budaya asing yang negatif dan bertentangan dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan nilai-nilai pancasila. Masuknya kebudayaan asing akan mengubah sistem nilai budaya asing bangsa indonesia, sehingga bangsa indonesia akan kehilangan jati diri dan kepribadianya. Akibat masuknya nilai-nilai budaya asing dapat mengancam ideologi negara pencasila.
Unsur nilai-nilai budaya asing yang negatif, misalnya :
Sikap individualisme, sekularisme, budaya seks bebas, aborsi, budaya mabuk-mabukan, penyalahgunaan obat-obat terlarang, serta paham-paham yang menyimpang lainya.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi selain berdampak positif juga berdampak negatif dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dampak positif kemajuan iptek sebagai akibat globalisasi antara lain :
Semakin meningkatnya jumlah dan mutu pendidikan, Meningkatnya teraf kecerdasan rata-rata masyarakat Indonesia, Semakin meratanya kesempatan memperoleh pendidikan, Semakin meningkatnya peran serta generasi muda dan kaum wanita dalam proses pembangunan, Semakin berkembangnya spesialisasi keahlian dan ketrlampilan, Semakin meningkatnya peran Indonesia dalam percaturan politik, Ekonomi, dan sosial budaya di dunia internasional, serta meningkatnya taraf kesahteraan hidup masyarakat.
Namun demikian, perkembangan kemajuan iptej juga menimbulkan tantangan global sebagai akibat negatif kemajuan iptek tersebut, misalnya:
Timbulnya kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup, menajamnya kesenjangan sosial ekonomi, mahalnya biaya pendidikan, berkembangnya politik aliran, terjadinya praktek penggusuran tanah dan rumah di daerah perkotaan, timbulnya kemacetan lalu lintas jalan raya, terjadinya pergeseran dan perubahan nilai-nilai sosial budaya, dapat mengancam keutuhan dan kewibawaan ideologi pancasila, memudarnya nilai-nilai moral kemanusiaan, meningkatnya kesibukan dan persaingan hidup.
Bagi bangsa Indonesia melaksanakan prinsip kehidupan modern, bukan berarti meninggalkan nilai-nilai dasar pancasila selalu mewarnai dan mendasari kehidupan sehari-hari masyarakat dan bangsa indonesia di berbagai aspek kehidupan. Pancasila dan nilai luhur budaya bangsa dapat berfungsi sebagai penyaring dan pengendali yang handal dan ampuh terhadap pengaruh budaya luar dan penerapan iptek dalam kehidupan kehidupan moderen dewasa ini.
Pola kehidupan kehidupan modern bagi masyarakat dan bangsa indonesia ukuranya bukanlah hidup penuh kemewahan, berlebih-lebihan, terlalu mementingkan keduniawian, mengembangkan pola hidup ala barat, sikap hidup sekuler tanpa memperhatikan nilai-nilai moral agama dan budaya luhur bangsa sendiri. Sebaliknya pola kehidupan modern yang diinginkan bangsa indonesia adalah pola kehidupan yang menjaga keseimbangan, keselarasan, keserasian antara :
• Kepentingan material dan spiritual
• Kepentingan masyarakat, bangsa dan negara
• Kepentingan kota dan daerah
• Kepentingan darat, laut dan udara
• Kepentingan nasional dan internasional.

Sebagian akibat globalisasi agar bangsa indonesia tidak kehilangan jati diri dan kepribadianya maka pengembangan budaya luar dan penerapan kemajuan iptek dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan pancasila dengan cara :
 Menolak masuknya nilai budaya luar dan kemajuan iptek yang bertentangan dengan nilai luhur budaya bangsa.
 Menyerap dan menerima masuknya nilai-nilai budaya luar yang positif yang tidak bertentangan dengan nilai luhur bangsa, misalnya :
Sikap hidup yang tertib, disiplin, taat, dan patuh terhadap peraturan, sikap hidup gemar membaca dan menekuni iptek,sikap hidup yang menjungjung tinggi kesehatan dan kebersihan lingkungan hidup, sikap hidup yang mengutamakan penampilan dan berbusana rapi dan bersih, sikap hidup selalu formal dan tidak berbasa-basi, serta sikap yang menghargai waktu.


Berusaha mengamalkan prinsip kehidupan modern yang sesuai dengan budaya bangsa dan pancasila, yaitu :
a. Sebagi bangsa yang ber-ketuhanan Yang Maha Esa,
Artinya sebagai individu yang beriman perlu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, rajin melaksanakan ibadah agama masing-masing serta mengembangkan rasa kerukunan dan toleransi dalam kehidupan beragama.
b. Sebagai bangsa yang berperikemanusiaan yang adil dan baradab,
Artinya mengamalkan nilai moral kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari serta berbuat baik terhadap sesama manusia, menghindari sikap dan tindakan yang merugikan orang lain serta berusaha menegakan kebenaran dan keadilan dan menghargai hak asasi orang lain.
c. Sebagai bangsa yang berasaskan persatuan indonesia,
Artinya berusaha memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta menghindari sikap sikusisme, realisme, ekstremisme, primodialisme dan mewujudkan kerukunan, keteraturan dan ketertiban hidup.
d. Sebagai bangsa yang menjungjung tinggi musyawarah mufakat dan kedaulatan rakyat, Artinya mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat, mengamalkan demokrasi pancasila serta menghindari pemaksaan pendapat dan kehendak kepada orang lain , menhindari sikap merasa benar dan ingin menang sendiri dan mengindari sikap tidak mau melaksanakan keputusan hasil musyawarah.
e. Sebagai bangsa yang menginginkan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, artinya kita hendaknya bersikap dan berperilaku adil, menghormati hak-hak orang lain, mau menolong orang lain serta tidak bergaya hidup boros dan mewah, rajin dan disiplin dalam bekerja, dan mau menghargai hasil karya orang lain.
f. Sebagai bangsa yang menjungjung tinggi nilai luhur budaya bangsa, Artinya khendanya kita mengamalkan sikap penuh kekeluargaan, bergotong-royong, bersikap ramah tamah, saling memberi dan menerima, tolong menolong, serta musyawarah mufakat, sikap rela berkorban demi bangsa dan negara, sikap pantang mundur dan pantang menyerah dalam menghadapi musuh dan sikap mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.
Bagaimana ideologi pancasila yang kita terpkan dalam kehidupan sehari-hari dapat terealisasikan dengan apa adanya serta dapat memperkokoh jati diri bangsa Indonesia yang berlandaskan ideologi pancasila. Mari pemudi pemuda bangsa indonesia baik yang muda sampai yang tua kita bersama-sama mewujudkan ciri khas bangsa Indonesia ini yang secara tidak langsung sedikit demi sedikit mulai mulai terkikis oleh budaya barat khususnya dan zaman Era Globalisasi umumnya demi memunculkan kembali rasa nasionalisme di tengah-tengah Era globalisasi ini.Hidup bangsaku Indonesia, Maju terus bangsaku Indonesia!!!MERDEKA!!!!

Daftar Pustaka

Sulardi. 2005.Sosiologi.Jakarta:Graha Pustaka Jakarta.
http/.www.google-sosiologi_budaya-masuknya budaya luar di Indonesia.
Bachir soetrisno.2005.Membangun Kemandirian Bangsa.Jakarta:Blantika.



Tidak ada komentar: